Abah Cipulus, Gus Dur dan Teladan ber-NU

by -1,562 views

CIPULUS, CIPULUSNEWS.com –Ulama NU Mawa, Urang NU Milu, yang artinya kira-kira ulama yang membawa, kita yang mengikuti. Kalimat sederhana ini begitu populer dan identik dengan KH Adang Badruddin Ponpes dari Alhikamussalafiyyah Cipulus Purwakarta, atau yang seringkali disebut dengan Abah Cipulus.

Begitulah Abah Cipulus sosok sederhana yang menyampaikan dakwahnya pun dengan cara yang sederhana dan renyah, muda dimengerti oleh Jamaah, istilah orang priangan Nyunda banget, kalau kata orang jawa, ya njawani, artinya menyelami kehidupan masyarakat dengan sebenarnya, Ajengan yang kreatif dengan berbagai gubahan Syiir dan Sholawat NU nya, Abah Cipulus begitu kami semua memanggilnya Guru yang memberikan teladan kepada kami semua.

Abah Cipulus, tiga tahun lalu Agustus 2020 Sang Penggerak NU Purwakarta dan Jawa Barat itu pergi, tepatnya setelah peringatan Hari Raya Idul Adha, 13 Dzulhijah 1441 H bertepatan 3 Agustus 2020 Abah Cipulus meninggalkan kita semua Keluarga, para santri dan masyarakat semua, setelah sebelumnya mengalami sakit yang cukup lama, dan sempat sehat kembali membersamai keluarga dan para Santri.

Abah Cipulus, kalau saya menggambarkan, beliau adalah sosok seorang Ulama yang komplit karena dalam kehidupan sehari-harinya hampir semua aktivitas dikerjakan dengan semangat yang luar biasa, beliau adalah contoh nyata sebagai aktivis Nahdhatul Ulama yang tidak ada lelahnya dalam ber NU.

Kalau istilah Gus Dur ada “NU Gila & Gila NU” mungkin Abah masuk kategori itu, yang hampir dalam setiap kesempatan, dalam pengajian umum atau ngaji pada santrinya selalu bicara NU dan tidak pernah tertinggal Sholawat NU, dan saya meyakini Gus Dur adalah inspirasi dalam ber NU Abah Cipulus (KH Adang Badruddin).

Abah Cipulus, Seorang Ajengan yang betul-betul memberikan contoh nyata buat santrinya secara langsung bagaimana menjadi Muslim yang taat, tangguh, kuat dan terus berikhtiar, belajar tanpa henti kepada para ulama, kiai, Ajengan Ahlussunah wal jamaah, kenapa harus NU karena kita meyakini bahwa sanad keilmuan para ulama NU betul-betul nyambung sampai pada manusia agung Rasulullah Saw, sebagai sumbernya ilmu agama Islam yang dipelajari di pondok-pondok pesantren di Nusantara ini, termasuk Pesantren Cipulus Wanayasa Purwakarta.

Abah Cipulus seorang kiai yang pengusaha dengan berbagai usahanya, ikhtiar tanpa pernah merasa lelah, mungkin hampir semua jenis usaha pernah dijalaninya sebagai ikhtiar membangun kemandirian Pesantren Cipulus yang di bawah kepemimpinya berkembang sangat pesat.

Bagi saya Abah mau menggambarkan bahwa menjadi santri tidak harus menjadi Ajengan semua, harus ada santri yang jadi, ahli ekonomi, ahli hukum, ahli pertanian, ahli politik, bisa sebagai pengusaha, pendidik, ekonom, pengacara ataupun politisi, dan itu adalah contoh nyata dari seorang Abah Cipulus yang memberikan keleluasaan pada santrinya untuk berprofesi apapun yang terpenting jangan meninggalkan identitasnya sebagai santri dan jangan pernah jauh dari Ulama dan NU, bahkan Abah Cipulus mewajibkan santrinya untuk aktif di Jam’iyah NU kalau mau diaku alumni Santri Cipulus, setelah kembali ke daerah masing-masing atau dalam profesi apapun.

cropped-4b05eb8c-3c3c-482a-9adb-d1a81c6e2beb.jpg

Abah Cipulus, seorang petani yang senang sekali menanam berbagai jenis tanaman baik perkebunan cengkeh, manggis, teh, pala, sayuran dan buah-buahan lainya, lahanya yang cukup luas hampir bisa dipastikan tidak ada yang dibiarkan kosong tanpa tanaman, selalu mengajarkan bagaimana menanam tanpa harus bertanya kapan akan memanen, karena dalam setiap tanaman yang ditanam ada kebaikan dan manfaat yang bisa dipetik nantinya, baik oleh kita atau generasi selanjutnya.

Abah Cipulus, seorang ajengan, kiai, guru yang tak pernah berhenti mendoakan seluruh jamaah di Majelis Al Badar nya baik Ibu-ibu Muslimat, bapak-bapak NU maupun para santri dan anak didiknya, seorang pendekar Aswaja yang tak pernah lelah berjuang, seorang pendakwah yang tidak pernah menolak diundang untuk mengisi pengajian dimanapun baik oleh pejabat, rakyat dan masyarakat, bahkan masuk ke ranting-ranting NU si pelosok Purwakarta dan Jawa Barat, karena bagi beliau berdakwah adalah mengajak kebaikan kepada semuanya yang manfaatnya luar biasa.

Gus Dur, Abah Cipulus dan NU

Bicara NU pasti tidak lepas dari Gus Dur, siapapun pasti tahu KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, guru bangsa, ulama besar, tokoh utama Nahdlatul Ulama, cendikiawan Muslim, politisi pilih tanding, seorang negarawan, tokoh toleransi Indonesia, banyak sekali sebutan untuk seorang Gus Dur, budayawan, aktivis kemanusiaan dan lainya.

Beliau adalah putra KH A. Wahid Hasyim, cucu KH M. Hasyim Asy’ari, Pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama, terus apa hubunganya dengan Abah Cipulus?

Gus Dur pernah beberapa kali ke Pesantren Cipulus Purwakarta, baik sebelum jadi Presiden ataupun sesudah jadi Presiden, malah pas jadi Presiden gak sempat berkunjung ke Pesantren Cipulus. Konon kedatangan Gus Dur beberapa kali itu datang langsung ke Pesantren Cipulus, dan Gus Dur kalau ke Purwakarta bisa dipastikan singgah dan silaturrahim ke Cipulus, dan setiap ditanya sewaktu minta ke Purwakarta, Gus Dur selalu menjawab saya mau ketemu kiai Adang Cipulus atau Abah Cipulus, itulah Gus Dur Ulama yang tidak pernah meninggalkan silaturrahim ke semua kiai dan bahkan para tokoh Agama non Muslim sekalipun.

Di situlah pertemuan Gus Dur dan Abah Cipulus beberapa kali dari sebelum reformasi bergulir, berulang dan Gus Dur lah salah satu yang menginspirasi Abah Cipulus menjadi sangat NU dan sangat aktif di NU dan selalu menghadiri acara-acara NU dari tingkat Muktamar sampai Ranting sekalipun.

Abah pernah menjadi Rais Syuriyah NU purwakarta 2 periode dan Wakil Rais Syuriyah NU Jawa Barat, begitu juga aktivitas politik Abah mengikuti Gus Dur yang pernah menjadi Ketua Umum Dewan Syura PKB.

Hubungan Gus Dur dan Abah Cipulus begitu dekatnya dan sangat akrab, kami yakin mereka para Ulama memang mengajarkan silaturrahim dan saling mengingatkan dalam perjuangan dakwah Nahdlatul Ulama An-Nahdiyah dengan sangat baik, santun dan penuh tanggungjawab,

Terakhir dan semoga kita semua bisa menteladani para Ulama NU dan terkhusus keduanya Gus Dur dan Abah Cipulus, amiin. Untuk Keduanya KH. Abdurrahman Wahid “Gus Dur” & KH Adang Badruddin “Abah Cipulus” Alfatihah

Penulis adalah Pendiri/Ketua STAI Al Badar Cipulus Purwakarta sekaligus Ketua PP GP Ansor

Hadi Musa Said

Gravatar Image

Ketua Bidang Pertanian & Kedaulatan Pangan PP GP Ansor. Ketua STAI Al Badar PP Cipulus Purwakarta

Tentang Penulis : Hadi Musa Said

Gravatar Image
Ketua Bidang Pertanian & Kedaulatan Pangan PP GP Ansor. Ketua STAI Al Badar PP Cipulus Purwakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *