in

Jadi BANSER= Auto Jadi Relawan

Jadi BANSER= Auto Jadi Relawan


Alamsyah Palenga**

Sensasi jadi relawan di hari – hari awal bencana itu luar biasa. Mendidik kita belajar (kembali) menjadi manusia.
Kalau tidak percaya, coba tanya para pejuang garis depan para relawan tanggap darurat bencana. Coba tanya bagaimana emergency respon itu dilaksanakan. Coba tanya bagaimana tubuh ini mengelola semuanya.

Mata yang melihat pemandangan mengerikan dan menyedihkan, telinga yang mendengar jeritan dan tangisan korban, kaki yang melangkah di antara lumpur, reruntuhan dan mayat. Tangan yang harus memilih harus menolong si tua atau si muda, si laki atau si perempuan, anak kecil atau orang dewasa.

Saya bahkan pernah menemukan korban terhimpit reruntuhan meregang nyawa namun akhirnya meninggal hanya karena saya tidak punya alat yang cukup, tidak punya kuasa.

Perasaan yang bercampur antara akan melakukan tindakan segera namun juga harus terukur di saat bersamaan.

Ya, segera dan terukur adalah segalanya dalam emergency respon. Jadi asal cepat saja, salah. Kelamaan assesment dan susun rencana juga salah.

Untung saja kami dianugrahi sahabat – sahabat Banser yang pikiran dan mindsetnya “auto relawan”. Asal ada bencana, langsung saja respon emergency-nya jalan, tidak menunggu rakor, tidak menunggu arahan pemerintah. Padahal Banser itu punya apa? Orang kaya, bukan. Punya peralatan, tidak. Punya kendaraan, tidak. Yang Banser punya hanya hati ikhlas untuk menolong sesama.

“Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” demikian pesan dari Sayyidina Ali RA, sang khalifah ke-4.

**Ketua PW GP Ansor Sulawesi Tengah

Tulisan ini merupakan refleksi penulis atas munculnya fenomena “Panji”. Tulisan lengkap dapat diakses di Akun Facebook penulis di: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3664436233650917&id=224349310992977

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
Merasa Hutang Janji, Menko Luhut Hibahkan Tanah Untuk Pembangunan Kampus

Merasa Hutang Janji, Menko Luhut Hibahkan Tanah Untuk Pembangunan Kampus

GP Ansor Minta Kasus Wajib Jilbab di SMK 2 Kota Padang Tak Terulang

GP Ansor Minta Kasus Wajib Jilbab di SMK 2 Kota Padang Tak Terulang