in ,

KH A Munawar Hidayat, Ahli Al-Qur’an Wafat di Usia Muda

Jombang, NU Online

Innalilahi wa innailaihi rojiun, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma’arij, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH A Munawar Hidayat wafat.

Menurut keponakannya, KH A Kanzul Fikri, pamannya wafat karena sakit kanker yang dideritanya beberapa waktu terakhir. Dalam sehari-hari, Kiai Munawar dikenal sebagai ahli Qur’an. Hidupnya dihabiskan dengan mengajarkan kitab suci agama Islam ini. Almarhum juga seorang penghafal Al-Qur’an.

“Paman saya ini adalah orang yang baik sekali, ahli Qur’an. Hari ini wafat karena sakit kanker,” jelasnya, Kamis (19/11). 

Menurut KH Fikri, pamannya adalah alumni Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng. Ia sudah belajar di Tebuireng sejak kecil hingga kuliah. Kiai Munawar mengikuti kakaknya, KH A Junaidi Hidayat (ayah KH Fikri) merantau mencari ilmu dari Bojonegoro ke Jombang.

Saking cintanya kepada Al-Qur’an dan almamaternya Pesantren Madrasatul Qur’an, setelah lulus kuliah Kiai Munawar membeli tanah tidak jauh dari Madrasatul Qur’an. Tidak kembali ke Bojonegoro, Jawa Timur. Kemudian berkembang menjadi Pesantren Al-Qur’an Al-Ma’arij.

“Beliau wafat di usia 48 tahun, meninggalkan satu istri dan empat putra-putri yaitu Gus Alex, Gus Afa, Ning Elza dan Gus Rama,” imbuhnya.

KH Fikri menambahkan, pamannya ini memiliki kecintaan yang luar biasa kepada Al-Qur’an. Setiap habis subuh hingga menjelang zuhur, Kiai Munawar menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an dan menyimak hafalan santrinya.

Kiai Munawar mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu yang relatif singkat. Sangat lancar hafalannya. Bahkan, saat jalan-jalan keliling pondok sambil deres Al-Qur’an dan bisa khatam. Saat ini, ada ratusan santri putra-putri yang setoran Al-Qur’an kepada Kiai Munawar. 

“Menjadi penghafal Al-Qur’an juga memberikan keutamaan di akhirat. Sebab, dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah bersabda Al-Qur’an bisa memberikan syafa’atnya atau pertolongan kepada pemiliknya. Insya Allah beliau sesuai hadist ini,” tegas KH Fikri.

Dikatakan KH Fikri, Kiai Munawar sejak tahun 2006-2007 mendirikan Pondok Pesantren Al-Ma’arij yang tak jauh dari Pesantren Al-Aqobah milik kakaknya, KH A Junaidi Hidayat.

“Beliau wafat di malam Jumat, hari baik. Kami dari keluarga mengucapkan mohon maaf bila ada kesalahan beliau. Dimakamkan di Pondok Pesantren Al-Aqobah 4,” bebernya.

KH Fikri juga berpesan kepada santri KH Munawar untuk meneruskan perjuangan sang guru di jalur Al-Qur’an. Hal ini sebagai bentuk kecintaan kepada Kiai Munawar.

“Pesan untuk santri beliau, semoga bisa meniru keistikamahannya dalam menjaga Al-Qur’an dan mengamalkan isinya. Saya bersaksi, beliau orang baik,” tandasnya.

Kontributor: Syarif Abdurrahman

Editor: Syamsul Arifin

What do you think?

554 points
Upvote Downvote

Written by webmaster

Napak Tilas, Anggota Banser Ini Jalan Kaki Madiun-Banyuwangi

Ada Temuan Jamaah Umrah Tidak Karantina Sebelum Berangkat