in

CRyCRy

Kisah Lain tentang Ziarah Pangureban dan Doa Bersama

Kisah Lain tentang Ziarah Pangureban dan Doa Bersama

Oleh: H Hadi Musa M Said,M.Si.**

Purwakarta, cipulusnews.com- Pangureban kalau boleh disebut mungkin hari berkabung, atau mungkin hari dimana seorang yang meninggal itu dikuburkan/dikureub. Ada kebiasaan baik atau adat budaya yang biasa dilakukan masyarakat di sekitar Cipulus Wanayasa Purwakarta atau mungkin juga umum dilakukan di masyarakat Sunda sekitar Purwakarta dan jawa Barat.

ada upacara atau peringatan yang dinamakan ziarah Pangurban atau berdoa pada hari dimana yang meninggal atau wafat dikuburkan atau dimakamkan disitulah ada doa ziarah pangureuban, atau lebih jelasnya selamatan, doa dan tahlil bersama.

setiap satu minggu sekali pada hari dimana seseorang meninggal atau wafat dan kemudian dimakamkan, dalam istilah sunda biasa disebut “Pas Dugna“keluarga besarnya berziarah dan berdoa bersama di sekitar makam dari keluarga yang meninggal. Dalam beberapa kasus atau Kebiasaan ziarah pangureban ini tidak dilakukan, namun untuk tahlil pangureubannya tetap dilakukan.

ini dilakukan seminggu sekali dalam kurun waktu selama 40 hari, upacara peringatan dengan tahlil dan doa bersama seluruh sanak keluarga besar diajak ke makam yang meninggal atau wafat, setelah itu kembali kerumah untuk amakan bersama.

Demikianlah budaya leluhur yang harus dilestarikan dan dirawat bukan malah ditinggalkan apapagi di haram-haramkan, Islam itu menjadi Rahmat dan menjaga segala kebajikan menjadi nilai kebaikan dalam kehidupan.

Kisah Lain tentang Ziarah Pangureban dan Doa Bersama
Foto ziarah Pangureuban Keluarga Pesantren Cipulus pada Senin 7 September 2020. Doc: keluarga Pesantren

Ada keseimbangan kebutuhan manusia yang harus tetap dijaga sesuai dengan hak dan kewajibannya, habluminallah, habluminanas, habluminal alam, itu adalah kebutuhan dasar manusia.

Habluminallah, manusia butuh Tuhan dalam Islam kita butuh Allah SWT yang menjadi tempat kita meminta, mengadu, memohon berserah diri, mencurahkan segala upaya, doa dan usaha serta segala kebutuhan manusia baik kebutuhan Jasmani ataupun Rohani nya, disitulah habluminallah menjadi sangat penting buat kita, itu kebutuhan yang akan menyeimbangkan hidup manusia, kita butuh Tuhan bukan sebaliknya.

Habluminannas, hubungan dengan sesama manusia, saling membutuhkan, saling mengingatkan, saling menolong, saling memanusiakan. Manusia adalah mahluk sosial yang dalam konteks dan profesi apapun selalu membutuhkan orang lain untuk saling bisa berkomunikasi satu dan lainya, tidak mungkin kita bisa hidup sendiri tanpa orang lain, disitulah manusia butuh pengakuan diri dari yang lainya, tidak bisa berdiri sendiri tetap membutuhkan orang lain, kita butuh saudara, keluarga, sahabat, teman kerabat tetangga dan lainya.

Yang ketiga Habluminal alam, tentu kita juga tidak bisa lepaskan karena kita hidup ditengah-tengah alam ciptaan Tuhan, ini yang disebut mata rantai kehidupan tidak bisa diputus satu dengan lainya, alam diciptakam oleh Allah SWT untuk mengimbangi menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, tugas manusia juga ikut menjaga kehidupan disekitarnya dengan baik, hidup berdampingan dengan harmoni untuk saling menjaga satu sama lainya.

*Keterangan :
Abah Cipulus KH Adang Badruddin dimakamkan di lingkungan Pesantren Alhikamussalafiyah Cipulus Wanayasa Purwakarta, tepatnya di daerah Pasir Ketuk atas tepat disebelah kiri Masjid Baru yang sedang di Bangun Oleh Abah Sendiri, mohon doanya mudah-mudahan Masjid Pesantren Cipulus yang Baru segera bisa diselesaikan melanjutkan amanah Abah, trmksh, utk Abah Cipulus Alfatihah.

**Ketua STAI Al- Badar Cipulus Purwakarta

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
NU dan Kemesraannya dengan Non-Muslim

NU dan Kemesraannya dengan Non-Muslim

Akar Genealogi Pesantren dan Kabuyutan

Akar Genealogi Pesantren dan Kabuyutan