in

Sisi lain Gus Ketum GP Ansor: Istimewa dan Menginspirasi

Sisi lain Gus Ketum GP Ansor: Istimewa dan Menginspirasi

Oleh: H. Hadi M Musa Said, M. Si.

Aku tidak sedang memuji tapi jujur aku meyakini dan merasakan suara Gus Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas memang kereen dan betul-betul bisa dinikmati dari segala sudut rasa orang biasa seperti saya yang tidak paham musik apalagi mengenal jenis-jenis musik.

paling sedikit tahu tentang gambus, dangdut, qosidah yang waktu kecil sering mendengarkan qosidah Nasidaria, yqng sangat populer dari semarang yang vokalisnya bernama Mutoharoh, lagu yang paling saya ingat dan dengar Perdamaian dan jilbab-jilbab putih.

dan seringkali nada musiknya kita jadikan untuk mengiringi acara rutinan dibaan dan al barjanji keliling kampung disudut-sudut rumah bergantian dan diteras-teras Masjid serta mushola, sesekali dengan pede ikut melantunkan tapi lebih banyak sebagai penikmat, walaupun kadang selalu ingin tampil dengan suara yang tidak menarik untuk diperdengarkan didepan umum.

pernah satu waktu saya mencoba adzan magrib di Masjid sebagai remaja masjid di kampung tentu dulu sebelum magrib sudah ada di masjid bahkan seringkali sehabis ashar kita anak-anak kampung sudah berkumpul dan bermain di sekitaran masjid, untuk persiapan mengaji sehabis magrib.

selepas isya setelah selesai mengaji kami pulang kerumah masing-masing untuk mengisi perut yang tentu mulai keroncongan dan berjanji kembali dengan teman-teman untuk kembali ke masjid lagi sekitar jam 10 an malam, biasa kami menginap dan bermalam di masjid, itulah kebiasaan masa kecil disudut kampung yang belum teraliri listrik saat itu.

ohya, sehabis magrib selepas isya tadi saya pulang disambut emak saya dengan bahasa yang membuat saya kaget, besok ndak usah adzan lagi suaranya jelek dan cempreng katanya, seketika itu saya tertawa keras sekali hahaha, ternyata emak saya mendengarkan saya waktu adzan magrib, tapi tidak apa-apa itu artinya emak sayang sama saya.

tentu itu menjadi pengalaman yang menyenangkan, dan selanjutnya saya bukan berhenti untuk adzan malah seringkali berebut memegang mik speker masjid dengan teman-teman dulu-duluan untuk berangkat ke masjid dan mengumandangkan adzan baik mqgrib, isya ataupun subuh, (saat menjadi Santri kalong).

Terus apa hubunganya dengan Gus Ketum GP Ansor yang hari ini menjadi Menteri Agama, tentu saya tidak akan menghubungkan karena memang tidak ada hubunganya, saya jadi teringat masa kecil saat itu betapa setiap ikut belajar qori di desa sebelah kampung kami seminggu sekali kami belajar dengan menaiki sepeda ontel kira-kira 3 km, perjalanan 30 menit kalau gak hujan, dan becek tentu itu kenangan tersendiri yang tidak bisa dilupakan, bukan ingin menjadi qori terkenal cuma ingin mengikuti lomba baca surat-surat pendek dilagukan saat peringatan maulid nabi di masjid kampung, disamping lomba hafalan surat-surat pendek Al Qur’an juga kita ada lomba, panjat pinang, tarik tambang, pidato dan lain nya.

itu dulu cerita masa kecil untuk mengingat saya pernah belajar memperbaiki suara saya biar enak didengarkan oleh emak saya tapi tidak berhasil dqn gagal hahaha, masih banyak yang nanti bisa di ceritakan…

Sekarang kalau saya hubungkan dengan suara emas Gus Ketum juga tidqk.mungkin, tapi intinya paling tidak hari ini saya bisa menjadi penikmat yang betul-betul menikmati dan meresapi syair yang dibawakan oleh Gus Menteri, yang begitu indah disenandungkan, meresap masuk lembut kedalam hati, lantunan kata demi kata begitu menyayat sukma, menjadi pengingat kita semua yang mendengarkannya.

Dan semoga kita bisa terus berproses dan menjadi bagian dari pergerakan ini, belajar pada sosok pimpinan yang multi talent, selalu ada jalan kebaikan dalam medan perjuangan yang masih sangat panjang, sehat terus Gus, dipundakmu tanggungjawab begitu besar, tapi kami yakin Tuhan membersamaimu dalam setiap gerak dan langkah perjuanganmu.

Disinilah jalan itu, jalan ber Ansor, jalan ber ahlussunah waljamaah, jalan dimana pengabdian dimana kita semua selalu diajarkan memahami Islam dengan semangat kemanusiaan yang ramah yang dipenuhi cinta kasih Nya.

Walaupun selalu ada jalan takdir yang berbeda, tapi yakinlah tujuan kita sama hidup dalam kedamaian di Negeri tercinta Indonesia ini.

Hari ini, kemarin atau esok, bahkan masadepan kita tak ada yang perlu di takutkan karena tugas kita sebagai manusia adalah menjalankan Perintah yang digariskan Tuhan.

Untuk apa, untuk saling menghargai perbedaan satu sama lain, menghormati keberagaman yang ada dan mensyukuri segala nikmat yang dianugerahkan pada kita sebagai manusia.

#SalamHormatkuUntukGusMenKetum

#KidungSantriKakiBurangrang

**Ketua PP GP Ansor Bidang Pertanian

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU SMK/ SMA AL-BADAR CIPULUS 2021-2022

INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU SMK/ SMA AL-BADAR CIPULUS 2021-2022

Kementrian Agama Siap Fasilitasi Sarpras Pengembangan Pondok Pesantren

Kementrian Agama Siap Fasilitasi Sarpras Pengembangan Pondok Pesantren